Minggu, 09 April 2017

Metode menghafal Al-Quran

Metode Menghafal Al-qur’an yang Dapat Sobat Lakukan

1. Metode Talaqqi

Proses Talaqqi adalah membaca Al-qur’an yang berasal dari ingatan hafalan atau disebut juga (Hifzh fish shuduur) bukan bacaan berasal dari tulisan (fish shutuur).Karena Al-qur’an awal mulanya diturunkan dari sebuah ingatan juga. Sebagaimana Al-qur’an dari Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantaaan Malaikat Jibril.
Metode Talaqqi dapat menjadi contoh bagi kita semua dalam menuntut hafalan Al-qur’an yaitu metode talaqqi nya Nabi Muhammad Saw kepada malaikat Jibril. Ayat demi ayat dibacakan dengan tartil kemudian Rasul mengikutinya.
Sebagaimana bacaan yang disampaikan Malaikat Jibril. Bahkan pula metode ini diceritakan dalam Al-qur’an ketika Allah Swt memperingatkan Nabi Muhammad Saw untuk tidak terlalu cepat mengikuti bacaannya Malaikat Jibril ketika Al-qur’an dibacakan, karena dengan harapan lebih cepat menguasai menghafalnya Terekamnya sebuah bacaan Al-qur’an yang disampaikan oleh Malaikat Jibril ke dalam dada Nabi Muhammad Saw adalah semata-mata tanggungan Allah Swt sobat.
“Jangan gerakkan lidlahmu untuk (membaca) Al-qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasainya). Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuat kamu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaanya itu” (Al-qur’an Surat:Al-qiyamah/16-18) coba pelajari sobat!

2. Mushafnya Jangan di Ganti-ganti

Pastikan sobat menghafal Al-qur’an dengan mushaf yang sama, jangan ganti-ganti. Karena kita menghafal Al-qur’an sebenarnya seperti memotret sebuah gambar ke dalam memori. Sehingga sebuah bentuk mushaf itu mempengaruhi hafalan sobat di memori otak.

3. Muroja’ah dengan Mendengarkan Murrotal Al-qur’an

Setelah sobat hafalan dengan metode Talaqqi. Cobalah mengulang kembali hafalan dengan mendengarkan murrotal Al-qur’an sekaligus bisa mengoreksi tajwid dan setelah sholat wajib muroja’ah kembali (mengulang) hafalan.

4. Mengulang Hafalan di Hadapan Guru

Setelah sobat menghafal Al-qur’an. Diwajibkan sobat untuk selalu menghadap guru (hafiz) untuk takrir hafalan yang sudah di targetkan. Melakukan takrir dihadapan guru (hafiz) sangat bermanfaat untuk menguatkan hafalan yang sudah ada dalam memori otak. Juga bermanfaat untuk mengevaluasi benar/tidak bacaan sobat

5. Sering Menulis Ayat-ayat Al-qur’an

Sebagian penghafal Al-qur’an ada yang cocok menulis ayat-ayat Al-qur’an, tergantung sobat! Menulis ayat-ayat Al-qur’an ini sering dilakukan para ulama zaman dahulu, setiap ilmu yang dihafal mereka tulis. Gubahan sya’ir mereka menganjurkan penulisan ilmu. Cobalah setiap kali sobat menghafal, tulis ayat-ayat yang ditargetkan hafalannya. Jadi kita bisa menulis sambil menghafal agar lebih kuat hafalannya.
“Ilmu itu bagaikan binatang buruan dan tulisan adalah tali ikatannya. Ikatlah binatang-binatang buruanmu dengan tali yang kuat. Perbuatan yang dungu, jika engkau berburu rusa kemudian engkau lepaskan di antara binatang-binatang buruan yang lain secara bebas”
Sobat jika dirasa artikel ini bermanfaat, jangan sungkan-sungkan sobat untuk menyebarluaskan! Semoga dengan begitu insya Allah kita akan mendapatkan pahala secara berjamaah. Thank’s sob, atas kunjungannya. Jangan pernah berhenti menghafal Al-qur’an. Semangat…Go sukses!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar